Archive

Posts Tagged ‘Interview’

Wawancara Musisi.com dengan Aiu Ratna (Extras)

2009/12/09 23 comments

Sehari sebelumnya saya dan Aiu memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran berlogo kakek bule berkacamata dan berjenggot yang sangat terkenal. Lalu pada hari H akhirnya kami bertemu juga (dengan Aiu ditemani oleh asistennya) untuk pertamakalinya setelah sekian tahun hanya menjalin silaturahmi melalui forum Musisi.com tercinta, FB, YM, atau sms. Apa isi obrolan kita? Mari simak.

Interview : Diaz Muhammad Ramadhan

Kalo kita dengar di media massa, katanya keluar dari Garasi karena kesibukan masing-masing personil ya?
Mmm… udah nggak cocok satu sama lain
Dari segi musik, dari segi nyambung nggaknya juga udah nggak… udah beda orientasi

Emang dari Aiu sendiri maunya gimana?
Aih sedap…. hehe… lha itu nggak tau kenapa bisa beda… aku sih maunya begitu… tapi koq setiap kali aku bilang kayak gitu… pemikiran mereka beda.

Mau yang lebih idealis atau komersil?
Aku sih nggak pernah mikirin idealis atau komersil selama ini. Aku cuma mikirin aku bikin musik yang aku suka. Yang aku bikin selama ini ya musik yang aku suka. Orang bilang itu idealis atau nggak itu urusan mereka.

Trus album barunya ini apakah Aiu banget?
Aiu banget lah. Terserah orang bilang itu nanti mirip Garasi atau apa, karena di Garasi juga kan aku nulis lagu. Tapi yang kali ini aku banget.

Banyak technonya juga atau gimana?
Iya, dark electro rock.

Kalo ngeliat stylenya Aiu kan banyak pengaruh harajuku atau Jepangnya, kemarin juga kan abis manggung di Jepang, musik yang influence Jepang itu bakal ada nggak di album solonya nanti?
Ada dikit. Ya nggak dikit2 banget sih ya. Secara yang ngisi juga teman-teman aku dari Jepang kan.

Oh ya? Jadi nggak ada musisi Indonesianya?
Musisi Indonesianya aku sama mas Andi (Ayunir). Dia yang aransemen lagunya berdua sama aku, dan dia juga yang bikin electronicnya.

Yang ngisi instrumen lainnya siapa saja?
Yang ngisi drumnya ada drummernya Tsubaki, sama yang main gitar dari JetzeJohnson.

Namanya agak asing, indie ya?
He eh

Pantes nggak pernah denger
Hahaha….

Waktu kerja bareng mereka pakai bahasa apa? Kan orang Jepang nggak bisa Bahasa Inggris, ya kan?
He eh… hahaha…. pake bahasa hati…. hehehe….

Ya kan orang Jepang itu emang belagu nggak mau belajar bahasa orang.
Tapi sekarang udah mulai ada keinginan untuk belajar bahasa orang, mungkin karena dulu mereka belum bekerja dengan orang asing. Sekarang setelah bekerja dengan orang asing mereka jadi ingin belajar.

Apa bedanya musisi-musisi yang dari Jepang itu dengan musisi Indonesia?
Beda banget. Ketekunannya. Dilihat dari cara dia waktu kita kasih pendapat, kasih masukan, dan dia lakukan. Kalo orang sini kebanyakan ya, lebih egois, bukannya gimana ya, cuma orang sini kalo pinter-pinter kan idealis semua. Beda lah.

Kenapa milih dua orang itu? (drummernya Tsubaki, gitaris The JetzeJohnson)
Karena pengen coba aja, gimana sih rasanya.

Koq nggak sekalian diproduserin orang Jepang? Siapa tau drummernya X-Japan mau produserin?
Aih sedap…. hehehe…. pengennya.

Berapa bulan bikin album?
Aransemen lagunya 1 bulan di Jakarta. Setelahnya dibawa ke Jepang buat ngisi drum dan gitar terus dimixing.

Beda ya alat rekaman disana sama di Indonesia?
Hmm… ProToolsnya sih canggihan Indonesia hahaha. Disini, di studionya mas Andi itu udah Pro Tools 8, kalau mereka masih versi 7 berapa gitu…

Di albumnya nanti pakai nama Aiu atau Aiu Ratna?
Belum tau, belum dipikirin, tapi pokoknya pake nama sendiri.

Nantinya dengan label mana?
Indie, mungkin A System, itu nama studionya mas Andi. Abis nggak ada label, ribet, mending sendiri aja. Gw ngejernya Go Internasional sih.

Di kancah musik Indonesia arti Go Internasional itu ada 2. Ada yang main di luar dan ditonton orang luar, ada yang main di luar ditonton orang dalam. Mau yang mana tuh?
Mau dua-duanya.

Kemarin main di daerah mana sih?
Shibuya.

Di Jepang berapa lama?
Di Jepang 1 bulan. Kan recording, mixing, manggung.

Disana sempat nonton konser apa aja?
YMCK, JetzeJohnson, sama ada band apa tuh lupa namanya. Kemarin pas aku kesana Arctic Monkeys lagi di Jepang. Nggak nonton tapi, telat.

Visual Kei di Jepang masih ramai nggak?
Lumayan, ramai lho.

Dua musisi Jepang itu ikut terlibat dalam proses penciptaan lagu atau nggak?
Kalau drummernya nggak, tapi kalo gitarisnya itu suka ngasih masukan, misal yang sebelah sini kalau dibeginikan gimana? yang bagian sana kalau dibeginikan gimana? Dia udah ngerekam duluan kan di rumahnya. Jadi udah ada contohnya. Yang ini kalau dibeginikan jadinya begini, bagian itu kalau dibeginikan jadinya gini, jadi tinggal milih.

Biasanya di Indonesia nggak begitu ya cara kerjanya?
He eh, makanya itu hahaha….

Proses kenalnya gimana?
Itu dari istrinya mas Andi, istrinya mas Andi kan orang Jepang. Musisi juga lho, main pianonya gokil. Ya gitu, dikenal-kenalin deh. Kan kemarin-kemarin sempet manggung di Jepang juga, jadi kenal-kenal juga dengan musisi-musisi sana.

Bahasa Jepangnya lancar?
Dikit, masih belajar juga.

Berarti kemarin sama orang Jepangnya banyak miskomunikasinya donk?
Kadang-kadang hehehe…. jelasinnya harus detail…. pake bahasa tangan… Sebenarnya yang album untuk besok itu belum album original aku sih. Album original aku belum jadi. Besok itu baru cover. Semacam kumpulan lagu-lagu yang aku suka, trus aku bikin versi aku. Jadi semacam mini album. Tapi aku selipin satu lagu yang nanti ada di album original aku. Jadi biar nggak kelamaan.

Lagu siapa aja?
Korn, Bjork, Luna Sea, sama Shiina Ringo. Tapi Shiina Ringo nya aku translate ke bahasa Indonesia dan aransemennya dibikin electronic kayak aku. Pokoknya semuanya aransemennya musik aku.

Rencana album yang cover ini mau bikin clip gak?
Kayaknya sih satu yang lagunya Shiina Ringo. Kan lagunya aku translate ke Indonesia. Biasa, di Indonesia nggak mungkin kan kalau mau pake bahasa Jepang.

Biar lebih Indonesia nggak coba kolaborasi sama Ridho Rhoma atau Wali mungkin?
Wetsss sedap…. hehehe…. nggak ah, pengen sendiri dulu aja ah.

Pernah nawarin ke label nggak?
Nggak mau.

Takut dicut sana-sini ya?
He eh

Menurut Aiu apa yang harus diubah dari tatanan musik di Indonesia setelah punya referensi ke Jepang?
Banyak banget sih. Kalau aku mikirnya dari pihak major label, ya label sih. Maksudnya kalau disana kan label-labelnya memikirkan taste. Maksudnya yang emang bener-bener bagus, mereka keluarin, nggak kayak disini. Disini kan pendengarnya dicekokin lagu-lagu kayak ‘gitu’, lama-lama orang kan….

Kayak ‘gitu’ gimana maksudnya? Contohnya?
Hehehe… ya ‘gitu’…. hehehe….

“Melayu taste mungkin ya” (timpal asistennya Aiu)
Ya mungkin sebenarnya melayu itu emang musiknya kita karena kita orang melayu ya, tapi….

Mestinya masih bisa dipoles lagi gitu ya?
He eh! Maksudnya ya jangan yang terlalu ndeso banget gitu ya. Melayu juga kan bisa dibikin bagus, dangdut juga bisa dibikin keren.

“Tumben bijaksana?”, (timpal asisten Aiu lagi)
Hahaha

Ya mungkin karena ada ini (recorder), kalau nggak ada pasti parah dia komentarnya
Hahahhaa….. gomen nasai hehehe…. Ya gitu deh, aku sampai malas nyalain tv sekarang.

Kenapa? Karena isinya Bibit-Chandra terus?
Haha…. gitulah tiap hari, nggak pernah nyalain tv.

Ada tradisi di setiap proses wawancara Musisi.com dimana musisi yang diinterview akan selalu diminta pendapatnya tentang hal-hal yang sedang ramai di tengah masyarakat. Gimana penilaian Aiu terhadap kasus Bibit-Chandra?
Hahaha…. no comment deh soal itu. Soalnya yang jadi biangnya punya kekuasaan besar.

Siapa tuh?
Ada deh… ntar gw ikut-ikutan kena panggil lagi hehehe

Ntar albumnya kena cekal lagi?
Yoi.. hahaha… maka itu…..

Denger-denger lagi belajar piano, belajarnya sama siapa?
Sendiri. Soalnya kalo lagi nyari inspirasi suka bosen kan. Lagian emang cita-cita sih pengen bisa main piano. Paling minimal bisa mainin lagu sendiri pakai pianolah.

Dulu ngeband mulai kapan? Bawain lagu apa dulunya?
SMP kelas 2…. bawain Nirvana, Green Day, Guns N Roses hahaha…. Jadi vocalis sm gitaris melodi.

Kenapa sekarang jarang penyanyi rock cewek?
Masa sih? Kan ada Kotak.

Tapi Kotak kan band, bukan penyanyi solo.
Hmm… ya mungkin nanti aku. Tapi aku nggak rock-rock banget sih, lebih ke dark.

Beberapa saat kemudian perhatian Aiu tersita oleh video clip yang diputar di televisi dekat meja makan kami. Lagu “Lupa-lupa Ingat” milik band Kuburan yang sudah di’revisi’ ke versinya Umay Shahab (pemain sinetron dan penyanyi cilik) menjadi SKJ (Senam Kesegaran Jasmani).

Lalu ia nyeletuk “What’s That??” (sambil terheran-heran).
Lalu saya tanya, Mau nggak lagunya dibayar untuk diparodiin?
“Nggak. Dibayar untuk dibuat yang lebih bagus, boleh. Gila bikinnya susah-susah lho, koq malah diparodiin”, ujarnya.

Sekarang belum terima job lagi ya?
Iya, soalnya kalau album belum keluar, terima job, nyanyiin lagu siapa? Garasi? Nggak mungkin kan hehehe… Kayaknya limited edition sih yang album (cover) ini, kan cuma buat nunggu yang originalnya keluar. Paling cuma ngeluarin 1000 copy kayaknya.

Tapi biar cuma rilis 1000 copy tapi udah banyak kan fans yang bakal beli.
Masa sih?

Susah nggak sih maintain fans-fans kayak gitu?
Susah bangggeeeettt…. (dengan penuh penekanan), gila susahnya parahhh…. (dengan penuh perasaan)

Berhubung lagi ngomongin yang berkaitan dengan Jepang, Aiu mendukung nggak Miyabi main film di Indonesia?
Dukung-dukung aja sih, emangnya kenapa? Itu kan haknya dia hehe… Lagian Miyabi juga disana nggak terkenal-terkenal banget. Hanya orang-orang tertentu aja yang tau.

Lalu Aiu memberikan bocoran lagu untuk diperdengarkan kepada saya. Setelah mendengarkan bocoran lagunya, (nggak perlu nyebut judulnya), menurut saya lagunya benar-benar keren dengan skill bernyanyi, karakter suara, taste musik yang modern, dan aransemen yang matang. Mungkin nanti album ini akan menjadi penyegar telinga kita yang tiap hari dihajar formula-formula musik pop sepanjang hari. Saya jadi penasaran gimana jadinya lagu-lagu dari Korn, Luna Sea, Shiina Ringo, atau Bjork dipoles dengan musik hybrid rock electro dengan nuansa dark yang cukup kental.

Kalau albumnya keluar, jangan lupa beli ya. Yang original donk. Tau sendiri kan gambaran gimana susahnya Aiu bikin album dari interview ini?
(26 November 2009)

Sumber : Musisi.com, sedikit pengeditan. 🙂

****
Akhirnya mencoba mencari tau sendiri, pas kebetulan lagi aktif Messengernya. hehehe, berikut screencaps kronologis percakapan tidak berujung dan aneh tanggal 9 Desember 2009. 🙂





Okei, mungkin saya tidak berbakat jadi wartawan, hehe. Sukses ya mbakyu. Btw, ini lagu Gamble yang asli dari Shiina Ringo.

Advertisements