Archive

Posts Tagged ‘(500) Days Of Summer’

Menghitung hari bersama Summer

2009/12/25 4 comments


The Temper Trap, sang vokalis, Dougy Mandagi, berdarah Manado
Official Website, MySpace

Film yang banyak mendapatkan review bagus di berbagai situs dan blog, di imdb bahkan mendapat rating 8,1/10!!. Juga direkomendasikan oleh salah seorang teman, Burigifu, 🙂
Awalnya sih tidak begitu tertarik dengan film bergenre rom-com (romantic comedy), karena kebanyakan mempunyai jalur cerita standar, happy ending, klise dan tidak realistis. Tapi saat melihat file ber-ekstensi avi teronggok begitu saja dalam sebuah flash disk berukuran 2 gb, langsung naluri copet saya bertindak dengan menggunakan jalur singkat, ctrl+c, ctrl+v. Tidak lupa folder berisikan soundtrack-nya. Done.
Ups, ternyata bukan dvd-rip, subtitlenya pun Indonesia, hardsub lagi. Well, persetanlah, yang penting nonton dulu ni film yang digadang-gadang sebagai rom-com terbaik tahun ini. Ditambah lagi film ini tidak masuk ke bioskop Indonesia, hanya ditayangkan di Jiffest beberapa waktu lalu. As we all know, bioskop di Semarang sucks!! (nulis kek gini gak bakal dituntut kan?). 🙂 🙂

(500) Days of Summer, dibuka oleh author’s note yang cukup menggelitik dan menohok (bagi yang merasa, lol). Ok, interesting. Dilanjutkan dengan narasi yang lucu dan lagu opening dari Regina Spektor yang cocok banget. Film ini lalu bercerita tentang petualangan cinta selama 500 hari oleh seorang pria biasa (rata-rata) bernama Tom Hansen yang naif dan polos diperankan dengan sangat baik oleh Joseph Gordon-Levitt. Seorang sarjana arsitektur yang terdampar di sebuah kantor yang menangani desain kartu ucapan. Di antara hari-harinya yang juga biasa itu, datanglah Summer Finn (Zooey Deschanel) sekretaris bos-nya. Tom sangat tergila-gila pada Summer, ia percaya Summer adalah takdirnya, wanita yang dicarinya selama ini, tapi sayangnya Summer bukanlah tipikal wanita yang percaya dengan cinta, ia tidak ingin punya kekasih dan terikat. Summer adalah seorang wanita mandiri, independen dan juga misterius, walaupun ukuran tubuhnya rata-rata, tapi ada yang aneh dalam perjalanan hidup Summer, karenanya dikenal Summer’s Effect. (lol, gak penting ini narasinya). Sepertinya Tom memang terkena Summer’s Effect. Keduanya pun lalu (seperti) berpacaran tapi tanpa status, semua terasa indah dan berbunga-bunga bagi Tom juga bagi Summer yang tidak mempedulikan ikatan, asalkan merasa bahagia. Tapi ketika Summer (tiba-tiba) memutuskan untuk pergi dari kehidupan Tom, semuanya berubah, hati Tom hancur berkeping-keping (hayah), ia kehilangan semangat, sangat amat depresi dan putus asa, bahkan mempengaruhi kinerjanya di kantor (well, sedikit berlebihan memang). Ia bahkan berkonsultasi dengan adik perempuannya Rachel (Chloe Moretz) yang digambarkan sangat dewasa (anak jaman sekarang memang cepat dewasa, terutama masalah percintaan), juga dua sahabatnya McKenzie (Geoffrey Arend) dan Paul (Matthew Gray Gubler). Ceritanya pun mengikuti angka yang mewakili pasang surut kehidupan cinta Tom, misalnya (1) adalah hari dimana ia bertemu Summer, tiba-tiba melompat ke angka 200an, dimana saat Summer memutuskan hubungan, dan begitu seterusnya hingga sampai ke angka 500.
Walaupun gaya bercerita dalam film ini tidak biasa, tapi sangat menyenangkan untuk diikuti, selingan humornya menghibur, visualisasinya sangat baik, chemistry antara Tom dan Summer pun sangat terjalin dengan baik. Ya, walaupun banyak menampilkan adegan-adegan cheesy ala film romantis, tapi cukup menghibur kok. Lagu-lagu pengiringnya (Soundtrack) pun dipilih dengan sangat baik, mulai dari The Temper Trap (lagunya Sweet Disposition enak bangett dan katanya sang vokalis orang Indonesia!!), Carla Bruni, sampai The Smiths, semuanya mewakili tiap adegan dalam film ini. OK, bagian endingnya mungkin tidak banyak yang suka, terutama bagi para wanita, hehe, tapi itulah yang membedakannya dari film rom-com biasa, sejak awal kan sudah dinarasikan, ‘This is a story of boy meets girl. But you should know up front, this is not a love story‘. Banyak yang kasihan dengan Tom yang kekanak-kanakan, tapi Summer terlalu mempesona (cantik) untuk dibenci, plot yang sangat mempermainkan emosi penonton. Yeah, reality hurts sometimes. Endingnya pun cukup menohok, mending jangan nonton bareng pacar deh. Karena tampaknya film ini lebih banyak berpihak ke sudut pria (Tom). Bagaimanapun Summer (musim panas) terkadang menyebalkan tapi setelahnya pasti akan datang Autumn (musim gugur) :p
Maka pantas saja film ini mendapat review dan rating sangat baik, Marc Webb sebagai sutradara berhasil menggabungkan semua unsur penting dalam rom-com movie dan mengemasnya secara tidak biasa, didukung chemistry juga akting dua tokoh utama Tom dan Summer sangat natural, script serta visualisasi yang sangat baik dan fun. Pokoknya Tom Hansen is Joseph Gordon-Levitt, dan Summer Finn is Zooey Deschanel, vice versa too. The Best Rom-Com of The Year. Titik.

I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps.

It’s official. I’m in love with Summer.

Lihat percikan senyawa kimia di mata mereka

Mari berteriak Pen*s dengan lantang di taman

Apakah akan berakhir bahagia?

Film ini juga mendapatkan nominasi Golden Globe Awards untuk kategori Best Picture (Musical/Comedy), dan Best Actor (Musical/Comedy). Apakah akan berhasil memenangkan penghargaan tersebut? tunggu saja 17 Januari 2010.

Advertisements