Coldplay vs The Simpsons

2010/04/08 7 comments


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Coldplay muncul juga sebagai Cameo di The Simpsons. Tokoh animasi Coldplay ini tampil di serial The Simpsons, yang merayakan 20 tahun penayangannya.
Diceritakan kalo Coldplay tampil di sebuah private gig untuk Bart dan Homer, setelah Homer memenangkan lotere berhadiah sejuta dollar.
Bukan The Simpsons namanya kalo nggak ada kejadian konyol. Salah satunya adalah saat Coldplay lagi memainkan Viva La Vida, di tengah lagu Bart meminta band untuk berhenti main, soalnya dia pengen ke wc.

Salah satu dialog lucu juga terjadi antara Chris Martin dan Homer.
Chris Martin: “So where are you from Homer?”
Homer: “Here”
Episode yang berjudul Million Dollar Maybe ini telah ditayangkan di US pada akhir Januari lalu (CMIIW) dan baru ditayangkan di UK pada bulan Mei. Coldplay mengikuti jejak R.E.M., U2, the Who, Sir Paul McCartney dan juga Green Day (list artisnya bisa dibaca disini) untuk tampil di serial konyol tersebut. Douch!!

Proses pembuatannya

Versi lengkapnya bisa diliat versi streaming disini, soalnya gak bisa di embed.

Yes, i love Coldplay and The Simpsons.

Shutter Island vs Pintu Terlarang

2010/04/08 10 comments

Don’t you get it? You’re a rat in a maze.

Martin Scorsese kembali bekerja sama dengan aktor kesayangannya, Leonardo DiCaprio, setelah sebelumnya sukses lewat The Departed, The Aviator dan Gangs of New York. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Dennis Lehane (penulis Mystic River) dan dibantu oleh Laeta Kalogridis (penulis Avatar, dan kabarnya sedang mengerjakan Battle Angle Lalita dan Ghost In The Shell, adaptasi manga dan anime dari Jepang).

Film ini bersetting di tahun 1950-an, bercerita tentang 2 orang U.S Marshall, Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan partner barunya Chuck Aule (Mark Ruffalo). Keduanya ditugaskan dari Boston untuk menyelidiki kasus menghilangnya seorang pasien bernama Rachel di sebuah rumah sakit jiwa Ashecliffe di Pulau Shutter (Shutter Island). Sejak awal film ini, kita digiring untuk membayangkan betapa angker dan menakutkannya Pulau Shutter, warna-warna gelap nan mencekam ikut mendukung ke-misterius-an pulau tersebut. Pulau yang terisolir dan dikelilingi para penjahat kelas kakap yang mengalami sakit jiwa akut (criminally insane kata Teddy), bayangkan gimana rasanya kalo terjebak disitu. Ditambah scoring film ini yang sangat mendukung sepanjang cerita. thumbs up!!
Dalam penyelidikannya, Teddy menginterogasi pimpinan rumah sakit tersebut, Dr. Cawley (Ben Kingsley), berikut para perawat, sipir dan beberapa pasien lain. Teddy merasa ada yang aneh dengan rumah sakit tersebut. Banyak teka teki juga konspirasi yang menghadangnya dan semuanya seperti ditutup-tutupi oleh para penghuni rumah sakit itu. Apalagi setelah Teddy mengetahui bahwa ada pasien ke 67 di rumah sakit itu, padahal sebelumnya dikatakan hanya 66 pasien yang terdaftar. Siapakah pasien ke 67 itu?

Suasana makin menegangkan karena kabarnya rumah sakit itu adalah tempat percobaan ilegal pemerintah yang menjadikan para penjahat sakit jiwa itu sebagai objek untuk ‘dibantai’ di mercu suar misterius di Pulau Shutter. Ditambah lagi sempat terjadi badai yang memutuskan aliran listrik, memporak porandakan rumah sakit hingga para pasien panik dan ‘kabur’. Makin horor kan?

Mimpi buruk atau halusinasi makin sering dialami Teddy sejak berada di pulau itu, mimpi tentang istrinya Dolores (Michelle Williams, ni cewe pernah maen di serial remaja yang booming banget, Dawson’s Creek) yang telah meninggal karena dibunuh oleh pria misterius bernama Laeddis yang kabarnya juga berada di rumah sakit itu, atau ingatannya (traumatis) saat ikut berperang melawan Nazi, hingga hantu istrinya yang sering muncul di rumah sakit itu. Teddy tidak tahu lagi antara kenyataan atau fiktif.

Not Martin’s best work, but come on, could you make a better movie than him?


Walaupun berdurasi cukup panjang (2 jam 30 menit-an), film arahan Martin Scorsese ini tidak membuat bosan, (sama seperti saya menikmati The Departed) ceritanya seakan mengalir dengan rapi dan menimbulkan rasa penasaran juga deg-degan sepanjang film. Twisted plot, mind blowing conflict (hayah) dalam film ini menjadikan kita menebak-nebak endingnya. Ditambah kualitas akting yang baik menjadikan film ini worth it untuk ditonton, apalagi bagi para pecinta film thriller. Nah sekarang pertanyaannya adalah :
Apakah benar para dokter itu melakukan perawatan radikal dan ilegal terhadap para pasien rumah sakit jiwa itu?
Siapa pasien ke 67 yang misterius itu?
Berhasilkah Teddy menangkap Laeddis?
Misteri apa yang terjadi di rumah sakit itu?
Temukan jawabannya di akhir film. Ya sedikit telat sih, karena film ini sendiri dirilis awal Maret lalu, tapi karena berhubung bioskopnya agak terbelakang dan idiot, terpaksa memakai jalan belakang. hehehe. Jadi kalo kalian suka film thriller psikologi dan penuh puzzle, better watch it on DVD, with a good quality off course. Atau kalo perlu beli yang original, biar lebih puas rasa mencekamnya. hehe.

Film ini terasa classic, dark, dan twisting. It will twist your mind from the beginning until the end. Mungkin alurnya akan terasa lambat di awal film, namun apabila anda sabar menunggu sampai akhir film anda pasti akan bergumam ‘ohh begituuu..’ (jagoanmovies.blogspot.com)



Paramount Pictures
Cast: Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, Ben Kingsley, Max von Sydow, Michelle , Emily Mortimer, Patricia Clarkson, Jackie Earle Haley, Ted Levine
Written by: Laeta Kalogridis (screenplay), Dennis Lehane (novel)
Directed by: Martin Scorsese
More Info : imdb

***

Nah, kebetulan saya men-follow twitter seorang sutradara bernama Joko Anwar, karena menurut rekomendasi temen, komen-komennya lucu, menghibur, kritis, jadi bukan karena dia sutradara, hehehe. Jujur saja, saya antipati dengan film-film Indonesia era milenium, ya walopun sebelum milenium juga sama aja. Ya intinya rada males dengan film Indonesia, kecuali emang bener-bener yakin bagus dan gak rugi nonton di bioskop, seperti Cintapuccino.🙂🙂🙂
Balik ke masalah follow unfollow itu. Waktu baru ‘heboh-heboh’ nya Shutter Island di Indonesia, di timeline saya muncul statement seperti ini.

wah becanda ni mas-nya…

What? apa itu Pintu Terlarang? siapa itu Gambir? nah dari situlah, saya memutuskan untuk menonton film berjudul Pintu Terlarang (2009), karya Joko Anwar. Dan ternyata, film ini juga merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul sama, karya Sekar Ayu Asmara.

Film dibuka dengan adegan di sebuah galeri seni, mirip bioskop juga. Gambir (Fachri Albar), seorang seniman (pematung) sukses yang mengusung tema wanita hamil di setiap karyanya. Diselingi dialog penuh misteri antara Gambir dan Talyda (istrinya, diperankan oleh Marsha Timothy) film ini lalu dibuka dengan opening ala film Hollywood!!, animasi dan BGM pembukanya sangat tidak biasa untuk ukuran film Indonesia ‘masa kini’. Baguslah, ada nilai lebihnya nih. Secara visual bener-bener oke, gambarnya artistik, ceritanya juga berada ‘di luar jalur’. Jempol deh.


Balik ke cerita, nah di balik kesuksesan Gambir, ternyata ia dan istrinya menyimpan suatu rahasia (no spoiler deh). Masalahnya, selain rahasia itu, kehidupan Gambir mulai terganggu sejak ia mendapatkan ‘pesan’ minta tolong dari seseorang yang misterius. Pokoknya sepanjang film pikiran Gambir dijadikan permainan, hingga akhirnya ia menemukan sebuah petunjuk bernama Herosase (no spoiler lagi). Dari situlah, Gambir akhirnya menemukan siapa yang memberikannya pesan meminta tolong itu. Sekaligus menemukan kenyataan menyakitkan yang juga melibatkan istri, 2 sahabat dan ibunya sendiri. Lalu, Pintu-nya mana?tenang, pintunya itu ada di basement rumah Gambir, pintu berwarna merah terang itu sudah dilabeli penuh rahasia dan tidak boleh dibuka oleh sang istri. Makin penasaran kan?hehehe.
Filmnya sendiri cukup menghibur, alur ceritanya menarik untuk diikuti karena penasaran (subjektif), settingnya sendiri seakan bukan di Indonesia (sengaja kali ya?). Tapi yang cukup mengganggu adalah dialognya yang sebagian besar memakai bahasa baku, jadinya kurang alami gitu. Akting Marsha kurang bagus disini, masih tampak dilebih-lebihkan, over-acting (Ternyata ada juga reviewer yang berpendapat sama), lalu gerakan menyibak rambut Fachri yang terlalu sering juga menurut saya cukup mengganggu. Juga masih banyak dialog-dialog cheesy ala Indonesia, hehehe.

Naahh, setelah menonton dua film ini, bingo, secara tidak langsung ada beberapa point yang menjadi benang merah/kesamaan (menurut saya) dengan Shutter Island.
1. Adaptasi sebuah novel (oke, masih normal)
2. Thriller psikologi, bermain dengan pikiran sang tokoh utama (oke, masih diterima)
3. Sang istri memegang kunci rahasia (mirip-mirip sikitlah)
4. Tokoh utama sama-sama dihantui sesuatu.
5. Isi sendiri deh kalo nemu….

Hell with that, yang penting Pintu Terlarang cukup menghibur dan berani tampil beda. Toh walaupun tidak begitu laku di negeri sendiri, tapi film ini ditanggapi positif di dunia internasional. Kesimpulannya, film ini memang film nasional layak tonton!. Hail Joko Anwar!!

  • Pintu Terlarang terpilih dan diputar pada International Film Festival Rotterdam ke-38 pada 21 Januari hingga 1 Februari 2009.
  • Pintu Terlarang juga berhasil meraih penghargaan Best of Puchon di Puchon Intenational Fantastic Film Pestival yang digelar di Korea Selatan pada 16-26 juli 2009 (sumber wikipedia)

Not surprisingly, though, not only Pintu Terlarang met my already high expectation, it has also managed to surpass it in many ways: cinematography, angles, and a brilliant adaptation of the original storyline (I only wish that someday I would have the chance to see the uncut or director’s cut version)

This movie is a perfectly executed thriller combining startling and grisly violence with mystery and a foreboding mood. A young artist finds himself drawn into a world of terror against his will and his life begins to unravel. This is a story of a cruel world and of living under the power of others.

Sutradara : Joko Anwar
Produser : Sheila Timothy
Penulis : Joko Anwar
Pemeran : Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe
Sinematografi : Ipung Rahmat Syaiful
Penyunting : Wawan I Wibowo
Distributor : Lifelike Pictures
Durasi : 115 menit
More info :

Gambir dan si peminta tolong

Patungnya juga ikut menyimpan rahasia

Christmast’s Gala Dinner

Dari sinilah semua cerita ini berasal

Last, but not least, this cool poster!!

Tags:

PSSI vs Konami

2010/04/07 7 comments

Udah lama gak posting nih, serasa berbulan-bulan, hehehe. Berhubung lagi hot-hotnya Liga Champions dan bentar lagi World Cup 2010, mau nulis sedikit tentang Sepakbola Indonesia aja deh.
Baru saja Kongres Sepakbola Nasional (KSN) selesai. Kongres yang diadakan di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 30-31 Maret 2010 lalu itu dikabarkan menghabiskan uang rakyat senilai Rp. 3 miliar dan terancam mubazir karena tidak mampu mengungkap merosotnya prestasi sepak bola Indonesia. Oh NOOOOO… rakyat lagi yang jadi korban.
Pada suatu hari, PSSI datang ke Publisher game terbesar di Jepang, Konami.
PSSI : “Kenapa sih Indonesia tidak dimasukan dalam game Winning Eleven??, di Indonesia sangat populer sekali, sampai dibajak berkali-kali dan lebih cepat update, semua penggemar sepakbola di negara kami sangat pintar memainkannya”
Konami : “Kami tidak bisa.”
PSSI : “Kenapa tidak??”
Konami : “Kami tidak menyediakan kontrol khusus pemain untuk memukul wasit atau lawan mainnya, mencaci wasit atau lawan mainnya, membunuh wasit atau lawan mainnya apalagi memanggil suporternya untuk membantunya dalam insiden tersebut…”
Mungkin PSSI sebaiknya mengadakan kontes Winning Eleven terbesar se-Indonesia saja, untuk mencari bakat-bakat muda terpendam, resiko rusuh, baku hantam dan anarkis ala bonek bisa berkurang. Eh, ketuanya aja mantan narapidana… (gak nyambung).

Kontroversi di awal tahun

2010/01/20 18 comments

Oke, di awal tahun 2010 ini, yang belum genap 1 bulan, rupanya kontroversi tidak henti-hentinya terjadi di negara kita tercinta, Indonesia, lewat kasus yang lagi sering ditayangkan di televisi itu, tapi juga di blog ini🙂🙂 (bedanya ini gak pake Breaking News). Coba aja liat statistik blog yang naik turun kek roller coaster ini. Berhasil mencapai puncak klimaksnya pada hari Selasa, 19 Januari 2009, dengan 131 visitor!! Ada apa ini??

Owh, ternyata setelah dilihat pada bagian Top Posts, tercatat, postingan yang itu dan yang ini menduduki 2 teratas. hehehe. Anehnya, postingan yang itu sedikit kontroversi karena mungkin ‘mengetuk’ hati beberapa orang yang merasa ‘diserang’, yaaa, mirip-mirip Gurita Cikeas kalo kata gilwjack. LOL!! Padahal judulnya sudah dengan susah payah untuk mengajak menuju ketidak seriusan. Suer, tidak ada niatan menyerang atau menyinggung siapa pun di dunia maya dan nyata, sekali lagi, semua hanya masalah sudut pandang saja, dan tiap blog (mewakili author) pasti punya sudut pandangnya masing-masing. Semoga saya tidak dikenakan tuntutan UU ITE karena menulis blog. Sementara postingan yang ini, hanyalah cerita kopi paste dari notes lama tanpa sumber tapi mempunyai esensi dan makna yang cukup dalam (bagi beberapa orang mungkin). Einstein atau bukan, i don’t give a shit.

Nah, rasa-rasanya 2 postingan itu topiknya berbeda 180 derajat. Tapi bisa kejar-kejaran dalam menarik pengunjung. Hehehe. Tapi khusus postingan yang itu, saya sih sudah merasa cepat atau lambat, pasti akan mengundang rasa ingin tahu, well, thanks to WordPress dan SEO-nya yang sepertinya (menurut saya) lebih google friendly dibandingkan Blogger itu sendiri (yang notabene punya Google).
Btw, mungkin yang belum membaca Gurita Cikeas (termasuk saya), bisa mengunduh di sini. Daripada membeli dengan harga berlipat-lipat dari harga asli yang ternyata isinya fotokopian. LOL. Tapi sebaiknya gak usah dibaca deh, tambah mumet!!🙂🙂

Omong-omong soal kontroversi, selain yang ‘berat-berat’ ala elit politik yang sekarang sok artis cari perhatian di depan sorotan kamera tiap kali sidang, kita liat yang santai-santai aja deh. Bukan rahasia lagi, kalo di Indonesia banyak banget yang mengaku terinspirasi oleh musisi luar. Ide menjadi barang murah di Indonesia, semua seperti mengikuti jaman komputerisasi lengkap dengan kopi paste. Nah, di tahun 2010 ini, gak hanya musik, tapi mulai merambah ke dunia per-komik-an atau bahasa Jepangnya, manga. Kita dikejutkan oleh hadirnya sekuel Naruto!! Kishimoto-sensei sendiri mengaku akan menamatkan Naruto, dan sebelum tamat, ternyata sudah hadir terlebih dahulu kelanjutannya! Please welcome, Naburo!! (namanya mirip banget yah) Yah, saya sih gak bakal ambil pusing, paling cuman senyum-senyum kecut karena abis minum Jus Jeruk, sambil berkata dalam hati “Yah, welcome to Indonesia”. Bahkan karya ini sudah go international!! salut banget dah!! Cobalah baca komentar-komentar yang sangat ‘menghargai’ karya anak Indonesia ini. Bangga??

According to the kaskus.us thread, it is a ‘heavy product of plagiarism’. The publishing company is based in Yogyakarta, Indonesia and the author is not named. It is being sold as a series possibly, and is not a doujin.

Atau silahkan berkunjung ke thread-nya di sini (sekalian pinjem gambarnya TS)

Setelah dunia komik (manga), kini juga mulai memasuki area periklanan. Coba perhatikan iklan terbaru provider yang saya juga pakai ini.

Dengan video klip, atau sebutan kerennya PV (Promotional Video) sebuah band dari Jepang bernama SOUR, dengan judul lagu Hibi no neiro, yang kebetulan memenangkan YouTube Japan Video Awards 2009.

Yah, mungkin hanya mirip, kebetulan, terinspirasi, atau apalah namanya, silahkan dinilai sendiri. Kalo misalnya nada hanya do re mi sampe balik lagi ke do (7 biji katanya) dan kemungkinan adanya kemiripan antar lagu sangat mungkin, tapi ini dunia visual (manga dan iklan) yang seharusnya tanpa batasan dan seharusnya (lagi) ide manusia itu tidak terbatas kan ya? Am i rite? Yah terlepas dari betapa susahnya membuat iklan kreatif seperti itu dengan perangkat kamera dan komputer canggih (saya sendiri tidak bisa membuatnya). Any Idea?

Sour is a 3-piece band formed in the spring of 2002 in Japan. Members are Hoshijima (GUITAR/VOICE) of French birth and British growth, Sohey (BASS/UPRIGHT BASS) of Ginza birth and Ginza growth, and KENNNNN (DRUMS/TOYS) of German birth and Spanish growth. They describe their sound as “organic, urban, tight, mellow, sharpened, and totally comfortable”. They have four releases so far:

1. for my incongruity (2006/12/30)
2. rainbow under the overpass (2007/05/09)
3. EVERY UNDONE DAWN (2008/04/16)
4. WATER FLAVOR EP (2009/06/17)
Their official website is located at http://sour-web.com/.

Sumber : Last.fm

Mahasiswa VS Profesor

2010/01/13 15 comments

Karena lagi merasa stuck dan tidak ada ide untuk memposting sesuatu, maka dengan ini saya menyelipkan sebuah cerita legenda dari notes lama. Mungkin ada yang belum mengetahui cerita ini.🙂🙂

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan”.

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.

“Tentu saja,” jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?”
Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak
.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein . Banyak yang meragukan sang mahasiswa itu adalah Einstein. Ambil esensi ceritanya saja ya gays!

Why so serious?!

2010/01/07 44 comments

Howdy guys? bagaimana kabarnya di tahun baru ini?. Well, ini tulisan resmi pertama saya di tahun 2010. Sempat bingung mau menulis apa, karena benar-benar lagi kehabisan ide dan stuck. Tapi dalam beberapa hari belakangan ini menemui beberapa tipe kasus yang hampir mirip dan ide tulisan pun datang. Kali ini membahas tema yang bisa dibilang ‘penyakit’ di kalangan ABG, yang kata om dorapong, Ababil (ABG alay dan labil), atau ABG tingkat akhir yang masih mengalami krisis identitas dan belum dihadapkan dengan realita kehidupan. Mereka seperti mulai menuhankan budaya, which is terwakili oleh artis-artis favoritnya (artis itu kan produk budaya pop). Sorry gays, bukan maksudnya men-judge, sirik atau apapun itu. Tidak ada yang salah pada contoh kasus berikut, tergantung dari sudut mana dan sejernih apa anda berpikir. hehe.

Get a grip girl!!

Kasus pertama, sempat menemukan di wall teman, seorang anak muda yang mengakui (setidaknya menuliskan) kalo dia gak percaya Tuhan, pengen mati, depresi (emo bangetlah) tapi in visual kei she believe! Apapun masalah yang dia hadapi, ia memilih untuk lebih mempercayai pria-pria dandy cantik nan gemulai dengan skill bermusik di atas rata-rata daripada Tuhan yang jelas-jelas menciptakan dia dan seisi jagat raya ini. KTP-nya kan tertulis kepercayaan yang ia anut, gak mungkin di KTP ditulis aliran : visual kei. Ironis bukan? begitu mudahnya Atheisme (setan) masuk ke gaya pikir anak muda jaman sekarang. Bagi mereka keren dan gaya itu adalah nomer satu dan saling melengkapi, kalo bisa mati sambil gaya deh.

Kasus kedua, menemukan perdebatan gak penting karena seseorang merasa artis favoritnya dilecehkan karena sepatah kata. Sebegitu ngototnya fanboy ini membela artis yang belum tentu mengenalnya, belum pernah bertemu, atau bahkan belum tentu memiliki barang originalnya, semisal CD atau photobook-nya dengan harga selangit (kalo punya berarti gak papa deh). Mungkin sekarang lagi ngambek orangnya, belum ketemu lagi di forum itu, hehehe. Grow up will ya! Hidup udah cukup susah, banyak yang bingung mikir mau makan apa, eh ini malah ribut ngurusin artis nun jauh di sana. Yah minimal gak perlu dipanjang-panjangin deh.

Wah ramenyoo, serasa jadi raja minyak, hehehe

Wake up girls, ya bangunlah badannya, bangunlah jiwanya

Hal ini 11 12 (baca : berdempetan, mirip) dengan fenomena Korean Wave yang lagi menyerang anak muda jaman sekarang. Kalo kamu gaul, di side A kamu harus kenal artis-artis band visual kei yang super cantik nan gemulai, atau boyband yang imut-imut, maka di side B kamu harus up to date dengan artis Korea, semacam SuJu, Big Bang (pokoknya yang imut-imutlah). Hehe, penyakit (atau fenomena) ini memang lebih banyak menyerang para wanita dengan status fangirl berlebihan stadium akut. Kalo yang ini si saya saksikan sendiri, karena sempat secara gak sengaja menghadiri acara gathering, isinya cewe-cewe umur belasan tahun (ada yang imut gak yah?), mungkin saya yang paling tua, hehehe. Kemampuan mereka menghapal lirik bahasa Hangul yang njlimet itu tidak perlu diragukan, (entah belajar atau menghapal, tapi salut deh atas niatnya) mereka dengan histeris berteriak kalo wajah sang artis ditampilkan di layar, atau sebegitu hebohnya bila membahas gerakan atau penampakan sang artis. Sekilas seperti fanatisme sempit berlebihan. Too much love will kill you, and (too much) fangirling is annoying. Semoga hanya temporary dan mereka segera menemukan jalan terangnya lagi. Nilai positifnya adalah, mereka punya semangat dan usaha untuk belajar bahasa, hehe, semacam motivasi gitu lah. Tapi sekali lagi di antara nilai-nilai positif yang bisa diutarakan, biasa aja dong ah sikapnya.

Mari ramaikan forum ini!!

Kasus ketiga, masih berhubungan dengan Korean Wave thingy. Ya sempat diceritakan oleh gilwjack, kalo di dunia maya ada forum Anti SNSD!!. Gak pernah terpikir sebelumnya kalo ada sekelompok orang di dunia ini yang membenci wanita-wanita cantik dan imut berkaki jenjang dengan hot pants-nya (apalagi saya sendiri suka dengan lagunya Gee, hanya lagu itu, catet). Dan sempat-sempatnya mendirikan forum dengan member 1000-an lebih!. Ternyata it’s all girls’ talk. Mayoritas member forum Anti SNSD tersebut adalah wanita-wanita ABG, emang ada ya pria di dunia ini yang membenci SNSD? secara fisik mungkin tidak, secara lagu atau musikalitas mungkin iya. Tapi kalo ada yang dua-duanya, berarti pria itu wajib diragukan (baca : kemungkinan gay!). Back to girls’ talk about girls’ generation (SNSD) itu, mungkin karena terpicu rasa iri atas popularitas mereka, kecantikan atau kaki-kaki jenjang mereka, sirik kan tanda tak mampu. Tapi ternyata alasan yang paling mendominasi adalah karena SNSD lebih dekat dengan boyband favorit mereka (so what? namanya juga sesama artis). Semisal si Jessica (diledekin jadi Jessikong) dekat dengan member Super Junior atau sapalah (saya gak hapal nama-nama dan contoh kasusnya) langsung mereka mencari-cari kelemahan si Jessica mulai dari foto-foto jelek, yang katanya penuh operasi plastik dari wajah sampe kaki, berkesimpulan kalo dia bitch, bodoh dan apapun itu, gosip-gosip gak penting, just name it ada semua infonya. Sebegitu mudahnya men-judge artis (yang tidak ia kenal langsung) secara sepihak berdasarkan informasi gak penting dan belum tentu valid. Semuanya dilakukan demi membela boyband pujaannya yang katanya baik, alim, rajin menabung, ramah tamah, pintar, dll dll dll. Sangat amat sempit pikiranmu nak. Kalo emang gak suka ya gak usah dibahas, gak usah didengar, gak usah dilihat atau gak usah dilirik sekalian, no problemo kan? Ada yang berminat mendirikan forum haters?

Jangan pernah kita menilai orang lain sebelum kita mengenal diri kita sendiri

Kamu boleh aja suka atau benci, tapi jangan berlebihan, karena apapun yang berlebihan itu sungguh tidak baik. Apalagi sampe memicu perdebatan gak penting, sampe bermusuhan dan sakit hati juga gara-gara debat kusir gak penting (kek anggota DPR itu) dan merasa sebagai number 1 fans-nya. Orang Jepang/Korea aja gak freak, kenapa kita yang freak sampe segitunya bahkan orang Jepang yang suka kebudayaan Indonesia aja gak over acting. Mereka masih punya identitas sendiri, dan bangga dengan hal itu. Karena pepatah kuno itu masih berlaku, Tong Kosong Nyaring Bunyinya (nyambung gak sih?). Tapi kalo kamu kenal dengan budaya negara lain dari kulit sampe isinya, salut deh, teruskan perjuanganmu!. Dulu hal-hal semacam ini hanya sebagai hobi, kini sepertinya mulai bergeser menjadi sebuah aliran, atau mungkin ‘agama’ baru. Mulai ada Japanese (Wannabe) Alay, Korean (Wannabe) Alay istilah ini murni ngarang, ngasal🙂🙂 . Alay-alay itu terbentuk karena semuanya ditanggapi berlebihan dan latah ikut-ikutan (ayo yang gak seneng ama alay, ngacung! jangan-jangan kamu sendiri alay!). Alay gak hanya dari gaya tulisan, tapi juga dari sikap loh. Kalo kaya gini sih takutnya bisa berimbas ke komunitas secara keseluruhan, coba dipikir, bisa aja ada orang awam non komunitas yang mengatakan atau berpikiran antipati, skeptis “eh kamu jangan dekat-dekat atau masuk komunitas Jepang deh, isinya alay, sok jepang gitu, gayanya banci, bla bla bla mari kita dirikan anti budaya Jepang”. Menurut saya kalimat tersebut gak salah, karena emang semua itu produk budaya, cuma diterapkan dengan salah dan berlebihan oleh para alay. Mungkin akan lebih tepat, kalo menjadi anti Japanese Wannabe Alay. Kasian komunitas yang bener-bener pengen mengenalkan budaya Jepang, jadi ikutan ‘rusak’ gara-gara ulah beberapa oknum. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Dari kecil sampai dewasa, kita selalu diajari untuk Serius saat menghadapi suatu permasalahan yang pelik. Tetapi sayangnya sering kali kita lupa sesuatu. Saat Anda menjadi terlalu serius dalam menghadapi segala sesuatu, tanpa Anda sadari Anda menjadi tegang, Anda menjadi pemarah, Anda menjadi stress dan tertekan. Dan saat itu, bagaimana caranya Anda bisa berpikir dengan baik? Saat segala sesuatu melintas di pikiran Anda.

….

Why So Serious bukan mengajarkan kalau Anda ketawa-ketawa saja atau santai-santai saja. Sebaliknya, mengajarkan kepada kita bagaimana Anda harus memandang kejadian-kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk membuat diri Anda jauh lebih baik lagi. Pertanyaan yang Anda ajukan ke diri Anda sendiri dan anda jawab sendiri akan membuat anda berkali-kali lipat lebih baik dibandingkan mengambil sikap tanpa anda pikirkan terlebih dahulu.

Quote from : sini

Why So Serious? Bagi saya hobi hanyalah hobi, nothing last forever, apalagi saat dihadapkan dengan realita hidup dan seiring bertambahnya umur. Kita harus tau yang mana yang harus diprioritaskan. Artis-artis itu gak perlu dibela mati-matian, mereka gak bakal membayar kamu atas pembelaannya. Yang dibawa mati itu justru agama dan keyakinan kita. Mari bertobat bentar lagi 2012!!🙂🙂 Tidak ada yang salah dengan hobi kamu atau apapun hobi kamu itu, asalkan gak lebay. Maaf bila ada yang tersinggung, atau tidak setuju, silahkan sampaikan keluh kesah dengan cara yang sportif. Ini semua hanya joke.🙂🙂

Translated : kamu mau apa?

Pesan utama dari tulisan ini.

Tags:

2010, what a surprise…

2010/01/01 Leave a comment


Original, tanpa editan. Bisa kebetulan ya?🙂🙂 Kore tte DESTINY??
Selamat Tahun Baru 2010

Happy New Year 2010

Akemashite Omedetou (明けましておめでとう)

Semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya!!
Note : diedit 3 kali🙂🙂🙂

Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.