Why so serious?!
Howdy guys? bagaimana kabarnya di tahun baru ini?. Well, ini tulisan resmi pertama saya di tahun 2010. Sempat bingung mau menulis apa, karena benar-benar lagi kehabisan ide dan stuck. Tapi dalam beberapa hari belakangan ini menemui beberapa tipe kasus yang hampir mirip dan ide tulisan pun datang. Kali ini membahas tema yang bisa dibilang ‘penyakit’ di kalangan ABG, yang kata om dorapong, Ababil (ABG alay dan labil), atau ABG tingkat akhir yang masih mengalami krisis identitas dan belum dihadapkan dengan realita kehidupan. Mereka seperti mulai menuhankan budaya, which is terwakili oleh artis-artis favoritnya (artis itu kan produk budaya pop). Sorry gays, bukan maksudnya men-judge, sirik atau apapun itu. Tidak ada yang salah pada contoh kasus berikut, tergantung dari sudut mana dan sejernih apa anda berpikir. hehe.
Kasus pertama, sempat menemukan di wall teman, seorang anak muda yang mengakui (setidaknya menuliskan) kalo dia gak percaya Tuhan, pengen mati, depresi (emo bangetlah) tapi in visual kei she believe! Apapun masalah yang dia hadapi, ia memilih untuk lebih mempercayai pria-pria dandy cantik nan gemulai dengan skill bermusik di atas rata-rata daripada Tuhan yang jelas-jelas menciptakan dia dan seisi jagat raya ini. KTP-nya kan tertulis kepercayaan yang ia anut, gak mungkin di KTP ditulis aliran : visual kei. Ironis bukan? begitu mudahnya Atheisme (setan) masuk ke gaya pikir anak muda jaman sekarang. Bagi mereka keren dan gaya itu adalah nomer satu dan saling melengkapi, kalo bisa mati sambil gaya deh.
Kasus kedua, menemukan perdebatan gak penting karena seseorang merasa artis favoritnya dilecehkan karena sepatah kata. Sebegitu ngototnya fanboy ini membela artis yang belum tentu mengenalnya, belum pernah bertemu, atau bahkan belum tentu memiliki barang originalnya, semisal CD atau photobook-nya dengan harga selangit (kalo punya berarti gak papa deh). Mungkin sekarang lagi ngambek orangnya, belum ketemu lagi di forum itu, hehehe. Grow up will ya! Hidup udah cukup susah, banyak yang bingung mikir mau makan apa, eh ini malah ribut ngurusin artis nun jauh di sana. Yah minimal gak perlu dipanjang-panjangin deh.

Wah ramenyoo, serasa jadi raja minyak, hehehe
Wake up girls, ya bangunlah badannya, bangunlah jiwanya
Hal ini 11 12 (baca : berdempetan, mirip) dengan fenomena Korean Wave yang lagi menyerang anak muda jaman sekarang. Kalo kamu gaul, di side A kamu harus kenal artis-artis band visual kei yang super cantik nan gemulai, atau boyband yang imut-imut, maka di side B kamu harus up to date dengan artis Korea, semacam SuJu, Big Bang (pokoknya yang imut-imutlah). Hehe, penyakit (atau fenomena) ini memang lebih banyak menyerang para wanita dengan status fangirl berlebihan stadium akut. Kalo yang ini si saya saksikan sendiri, karena sempat secara gak sengaja menghadiri acara gathering, isinya cewe-cewe umur belasan tahun (ada yang imut gak yah?), mungkin saya yang paling tua, hehehe. Kemampuan mereka menghapal lirik bahasa Hangul yang njlimet itu tidak perlu diragukan, (entah belajar atau menghapal, tapi salut deh atas niatnya) mereka dengan histeris berteriak kalo wajah sang artis ditampilkan di layar, atau sebegitu hebohnya bila membahas gerakan atau penampakan sang artis. Sekilas seperti fanatisme sempit berlebihan. Too much love will kill you, and (too much) fangirling is annoying. Semoga hanya temporary dan mereka segera menemukan jalan terangnya lagi. Nilai positifnya adalah, mereka punya semangat dan usaha untuk belajar bahasa, hehe, semacam motivasi gitu lah. Tapi sekali lagi di antara nilai-nilai positif yang bisa diutarakan, biasa aja dong ah sikapnya.
Mari ramaikan forum ini!!
Kasus ketiga, masih berhubungan dengan Korean Wave thingy. Ya sempat diceritakan oleh gilwjack, kalo di dunia maya ada forum Anti SNSD!!. Gak pernah terpikir sebelumnya kalo ada sekelompok orang di dunia ini yang membenci wanita-wanita cantik dan imut berkaki jenjang dengan hot pants-nya (apalagi saya sendiri suka dengan lagunya Gee, hanya lagu itu, catet). Dan sempat-sempatnya mendirikan forum dengan member 1000-an lebih!. Ternyata it’s all girls’ talk. Mayoritas member forum Anti SNSD tersebut adalah wanita-wanita ABG, emang ada ya pria di dunia ini yang membenci SNSD? secara fisik mungkin tidak, secara lagu atau musikalitas mungkin iya. Tapi kalo ada yang dua-duanya, berarti pria itu wajib diragukan (baca : kemungkinan gay!). Back to girls’ talk about girls’ generation (SNSD) itu, mungkin karena terpicu rasa iri atas popularitas mereka, kecantikan atau kaki-kaki jenjang mereka, sirik kan tanda tak mampu. Tapi ternyata alasan yang paling mendominasi adalah karena SNSD lebih dekat dengan boyband favorit mereka (so what? namanya juga sesama artis). Semisal si Jessica (diledekin jadi Jessikong) dekat dengan member Super Junior atau sapalah (saya gak hapal nama-nama dan contoh kasusnya) langsung mereka mencari-cari kelemahan si Jessica mulai dari foto-foto jelek, yang katanya penuh operasi plastik dari wajah sampe kaki, berkesimpulan kalo dia bitch, bodoh dan apapun itu, gosip-gosip gak penting, just name it ada semua infonya. Sebegitu mudahnya men-judge artis (yang tidak ia kenal langsung) secara sepihak berdasarkan informasi gak penting dan belum tentu valid. Semuanya dilakukan demi membela boyband pujaannya yang katanya baik, alim, rajin menabung, ramah tamah, pintar, dll dll dll. Sangat amat sempit pikiranmu nak. Kalo emang gak suka ya gak usah dibahas, gak usah didengar, gak usah dilihat atau gak usah dilirik sekalian, no problemo kan? Ada yang berminat mendirikan forum haters?
Jangan pernah kita menilai orang lain sebelum kita mengenal diri kita sendiri
Kamu boleh aja suka atau benci, tapi jangan berlebihan, karena apapun yang berlebihan itu sungguh tidak baik. Apalagi sampe memicu perdebatan gak penting, sampe bermusuhan dan sakit hati juga gara-gara debat kusir gak penting (kek anggota DPR itu) dan merasa sebagai number 1 fans-nya. Orang Jepang/Korea aja gak freak, kenapa kita yang freak sampe segitunya bahkan orang Jepang yang suka kebudayaan Indonesia aja gak over acting. Mereka masih punya identitas sendiri, dan bangga dengan hal itu. Karena pepatah kuno itu masih berlaku, Tong Kosong Nyaring Bunyinya (nyambung gak sih?). Tapi kalo kamu kenal dengan budaya negara lain dari kulit sampe isinya, salut deh, teruskan perjuanganmu!. Dulu hal-hal semacam ini hanya sebagai hobi, kini sepertinya mulai bergeser menjadi sebuah aliran, atau mungkin ‘agama’ baru. Mulai ada Japanese (Wannabe) Alay, Korean (Wannabe) Alay istilah ini murni ngarang, ngasal
. Alay-alay itu terbentuk karena semuanya ditanggapi berlebihan dan latah ikut-ikutan (ayo yang gak seneng ama alay, ngacung! jangan-jangan kamu sendiri alay!). Alay gak hanya dari gaya tulisan, tapi juga dari sikap loh. Kalo kaya gini sih takutnya bisa berimbas ke komunitas secara keseluruhan, coba dipikir, bisa aja ada orang awam non komunitas yang mengatakan atau berpikiran antipati, skeptis “eh kamu jangan dekat-dekat atau masuk komunitas Jepang deh, isinya alay, sok jepang gitu, gayanya banci, bla bla bla mari kita dirikan anti budaya Jepang”. Menurut saya kalimat tersebut gak salah, karena emang semua itu produk budaya, cuma diterapkan dengan salah dan berlebihan oleh para alay. Mungkin akan lebih tepat, kalo menjadi anti Japanese Wannabe Alay. Kasian komunitas yang bener-bener pengen mengenalkan budaya Jepang, jadi ikutan ‘rusak’ gara-gara ulah beberapa oknum. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Dari kecil sampai dewasa, kita selalu diajari untuk Serius saat menghadapi suatu permasalahan yang pelik. Tetapi sayangnya sering kali kita lupa sesuatu. Saat Anda menjadi terlalu serius dalam menghadapi segala sesuatu, tanpa Anda sadari Anda menjadi tegang, Anda menjadi pemarah, Anda menjadi stress dan tertekan. Dan saat itu, bagaimana caranya Anda bisa berpikir dengan baik? Saat segala sesuatu melintas di pikiran Anda.
….
Why So Serious bukan mengajarkan kalau Anda ketawa-ketawa saja atau santai-santai saja. Sebaliknya, mengajarkan kepada kita bagaimana Anda harus memandang kejadian-kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk membuat diri Anda jauh lebih baik lagi. Pertanyaan yang Anda ajukan ke diri Anda sendiri dan anda jawab sendiri akan membuat anda berkali-kali lipat lebih baik dibandingkan mengambil sikap tanpa anda pikirkan terlebih dahulu.
Quote from : sini
Why So Serious? Bagi saya hobi hanyalah hobi, nothing last forever, apalagi saat dihadapkan dengan realita hidup dan seiring bertambahnya umur. Kita harus tau yang mana yang harus diprioritaskan. Artis-artis itu gak perlu dibela mati-matian, mereka gak bakal membayar kamu atas pembelaannya. Yang dibawa mati itu justru agama dan keyakinan kita. Mari bertobat bentar lagi 2012!!
Tidak ada yang salah dengan hobi kamu atau apapun hobi kamu itu, asalkan gak lebay. Maaf bila ada yang tersinggung, atau tidak setuju, silahkan sampaikan keluh kesah dengan cara yang sportif. Ini semua hanya joke.
Translated : kamu mau apa?
Pesan utama dari tulisan ini.







Recent Comments